About Me

My photo
Sengata, Kalimantan Timur, Indonesia
Anak yang baru berusia 14 tahun ini sangat senang menjahili temannya. Hobinya sih gak banyak-banyak paling-paling ngenet, makan, main komputer. Memiliki Ciri-Ciri seperti berikut ini lumayan tinggi, rambut selalu berantakan, pake kacamata. Kalu pake baju itu-itu aja yaitu celana panjang dan kaos. Angka kesukaan adalah 7. Dapat julukan monyet dan playboy dari teman-temannya. Tapi tak pernah puTus asa untuk membalasnya. Wuaha..... Namun sering sendiri menjuluki dirinya dengan Aime Uzumaki. Karena paling ngefans dengan yang namanya Yondaime. Apanya yang playboy, mantanQ aja baru lima. Itu pun gk prnah menduakan loh....

18 Oct 2008

Kendaraan Umum Bikin Malu ah....

Banyak orang yang sering mengatakan ini karena gengsi. Karena malu sama tetangga,takut dibilang kampungan,dan banyak yang lain. Kita sering melihat berbagai macam kendaraan umum seperti bis dan taksi. Mungkin keduanya telah akrab di telinga kita. Padahal kalau dipikir-pikir dengan naik kendaraan umum kita bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Seperti biaya yang dikeluarkan akan lebih sedikit,bisa dapat kenalan baru sekaligus ngerasaIN aja bagaimana jadi orang susah. Ini dikarenakan kendaraan umum yang dapat menumpang banyak orang daripada kendaraan pribadi.

Ini akan lebih bagus ketika sebuah perusahaan menyediakan sebuah angkutan khusus karyawan yang menjemput mereka di suatu halte yang jaraknya dapat dijangkau oleh karyawan. Ini juga dapat dibiasakan di sekolah. Kita dapat pahala dan mereka (murid,pekerja,etc) sejahtera karena tak mengeluarkan ongkos naik angkutan. Mari kita padukan suara kia untuk menuju kebaikan dan menghindari kehancuran. Hidupkanlah dunia ini dan buka mata anda. Mari kita cegah Global Warming bersama-sama. Saya tahu bahwa kita bisa. Okay.......!!!!

Jalan Kaki Yuuk...

Jalan kaki adalah olahraga yang murah, aman dan sangat menyenangkan bila dilakukan bersama-sama teman, pasangan atau keluarga. Dan jangan pernah menganggap remeh jalan kaki, karena tidak sedikit manfaat yang bisa kita dapatkan dari "sekadar" berjalan-jalan. Manfaat yang paling nampak adalah kesehatan.

Pada dasarnya, aktivitas fisik yg dilakukan secara terus-menerus dan dalam waktu yg panjang dapat melatih kesegaran jasmani seseorang, termasuk berjalan kaki. Selain melatih kesegaran jasmani, oksigen yang dihirup dan diedarkan akan melancarkan sirkulasi darah. Efeknya, kondisi tubuh tak cepat lelah dan lebih cepat mengembalikan tubuh pada kondisi normal, serta mengurangi stres atau depresi.

Saya sering melihat ini di sekitar perumahan saya. Pada sore hari banyak Ibu-ibu yang jalan sehat bersama temannya dan dilihat dari penampilannya mereka berjalan cukup jauh. Kadang-kadang ada yang membawa kantong belanjaan yang telah diisi dengan barang-barang kebutuhan tiap hari. Ini cukup sehat karena jarak dari pasar ke perumahan cukup jauh sekali.

Manfaatnya cukup banyak. Seperti hemat uang belanja untuk membeli bahan bakar,sekedar menyegarkan otak,memperkuat hubungan yang ada baik itu hubungan keluarga,teman,ataupun dengan guru. Bantulah mencegah bahaya Global Warming yang semakin parah. Waktunya kita cukup banyak untuk memperbaiki segala kerusakan ini.

Hemat Air

Hemat air emang susah. Tapi bila dibiasakan hal ini mudah lho. Kita bisa biasakan hal ini mulai dari sekarang juga. Saya sering melihat ini pada perilaku anak SMP di sekitar saya dan perilaku pada anak SMA di media massa yang sering dibahas. Ternyata perilaku tidak hanya berada di diri remaja namun orang tua juga melakukan hal terburuk ini. Mereka menggunakannya walaupun tak penting. Kadang habis memakainya mereka lupa untuk mematikan atau sengaja membiarkannya. Ini beberapa tips untuk menghemat air :

1. Matikan air kran sewaktu menggosok gigi. Lebih baik menggunakan gelas sehingga air tidak mengucur terus menerus. Ini dapat dilakukan bila mencuci piring.

2. Jangan mandi terlalu lama. Mandi adalah pengguna air kedua setelah wc. Rata-rata bila mandi menggunakan shower akan menghabiskan 15-20 Liter per menit. Mandilah kurang dari 5 menit. Matikan shower selagi memakai sabun dan shampoo. Nyalakan hanya sewaktu membilas.

3. Cek semua pipa yang bocor. Pipa bocor yang dibiarkan akan sangat boros bila dibiarkan berhari-hari. Bila rata-rata bocor tersebut adalah dua tetes per detik, maka hasilnya adalah pemborosan 5o liter air per hari dan akhirnya adalah 20.000 liter per tahun.

4.Jangan buang air yang kemungkinan dapat digunakan kembali untuk menyiram tanaman atau jalanan, seperti air hujan yang tertampung di ember atau air dari AC.

5.Minimalkan penggunaan air panas. Air panas sangat banyak menggunakan energi untuk mengubah air dingin menjadi panas.

6.Siram tanaman hanya diwaktu pagi atau malam untuk mengurangi evaporasi dari air tersebut.

Ini sudah sangat membantu dalam mengurangi pemanasan global. gunakanlah hati nurani kalian. Apakah kalian ingin mengalami kekurangan air suatu saat? Apakah kalian ingin menjadi bau karena tidak mandi? Apakah kalian tak ingin menikmati air? Saatlah berpikir untuk menjadi dewasa dan memikirkan masa depan. Okay...............................!

Ditebengin Asyik Tuh....

Saat ditebengin pasti ada aja yang menolak. Padahal kalau dipikir-pikir ijinin teman untuk nebeng ama kita udah membantu mencegah pemanasan global. Saya sering melihat perilaku ini pada sekolah-sekolah yang memberikan kebebasan kepada murid-muridnya untuk membawa kendaraan ke sekolah khususnya SMA dan anak perkuliahan. Atau murid-murid yang diantar-jemput oleh orangtuanya.

Perilaku ini sering diperlihatkan pada sinetron-sinetron remaja di televisi. Biasanya yang sering membawa kendaraan seperti mobil atau motor adalah golongan primitif eh.........salah maksud saya murid-murid yang orangtuanya adalah orang bercukupan atau golongan atas. Namun kadang mereka hanya mengajak teman-teman dekat dan tujuannnya pun bukan langsung pulang yaitu jalan-jalan. Teman yang diajak pun biasanya 3-4 orang jika mobil. Kebebasan dari orangtua dan sekolah kadang disalahgunakan untuk bersenang-senang. Yaitu kendaraan tersebut hanya untuk pacaran atau kepentingan geng mereka. Jadi,ini bukan lagi jalan membantu pemanasan global.

Namun bila yang diantar-jemput itu pasti tidak akan lari kemana-mana. Karena orangtua mereka sendiri yang menjemput. Selain itu orang yang baik pasti akan mengajak teman-temannya.

Kalau kita nebengin teman maka teman tersebut pasti tak akan membawa kendaraan atau menggunakan kendaraan umum. Sehingga bahan bakar kendaraannya tidak terbuang dan asap knalpot berkurang dan mengurangi polusi udara. Sebaiknya kita membantu murid-murid yang kurang harta untuk menabung uang untuk masa depannya. Berarti kita telah membantu mewujudkan masa depannya dan menyempurnakan pendidikannya. Selain itu kita telah mendapat pahala untuk di akhirat. Hitung-hitung masuk surgalah.....................!

Tanaman Hias

Mungkin tidak banyak orang awam yang memahami istiah global warming, efek rumah kaca, emisi gas karbon dan semacamnya. Tapi banyak orang awam yang sangat paham bahwa tanaman hias dapat memperindah rumah, halaman dan lingkungannya, serta bagi pebisnis berarti uang. Lalu apa hubungannya dengan masalah lingkungan? Tanaman hias, baik yang berpohon ataupun tidak juga tumbuhan yang bersifat mengikat CO2 dan mengolah menjadi O2 dengan proses fotosintesisnya, yang berarti dapat berperan banyak dalam pelestarian lingkungan.

Saya tertarik untuk menyoroti khusus tanaman hias ini, karena dalam beberapa tahun terakhir sepertinya tanaman hias menjadi semakin booming. Kalau dulu mungkin hanya pecinta tanaman saja yang tertarik untuk memeliharanya. Tapi sekarang, orang-orang yang dulunya tidak pernah menyentuh pun mulai ikut meliriknya. Ketika pulang ke kampung, saya lihat ada sesuatu yang sedikit berubah. Jalanan di kampung terasa lebih hijau. Ternyata setiap rumah memiliki tanaman hias dari yang paling mahal sampai tak ada nilainya tapi sedap dipandang mata. Padahal jarang yang memiliki halaman luas, kebanyakan mereka menanamnya di pot.

Sekitar 3 tahun lalu kita lihat booming tanaman adenium atau anggrek Jepang. Dengan bunganya yang berwarna warni dan bonggolnya bisa dibentuk unik tanaman ini selalu ramai mengisi nurseri dan pameran flora. Hampir bersamaan dengan booming euphorbia atau bunga pukul delapan, dengan bunga bergerumbul warna-warni yang kadang dikaitkan dengan peruntungan. Dan terakhir ini masyarakat luas cukup dihebohkan dengan anthurium. Tanaman tanpa bunga ini sangat fenomenal karena harganya yang selangit, bahkan serasa tidak masuk akal. Bukan hanya diburu oleh pehobi, tanaman ini juga diburu oleh pebisnis tanaman hias dadakan yang mencoba peruntungan dengan sedikit spekulasi.
Ternyata euforia masyarakat terhadap anthurium memunculkan ketertarikan kepada tanaman hias jenis lain seperti aglaonema, philodendrum, keladi dan masih banyak lagi yang sebetulya sudah ada sejak dulu bahkan mungkin sudah ada di halaman rumah kita tanpa kita tahu namanya. Bagi penerbit media cetak, fenomena ini menjadi bisnis baru juga. Kita lihat semakin banyak muncul majalah dan tabloid label baru yang mengulas tentang budidaya tanaman hias.

Tanaman hias yang menjadi highlight di sini adalah dari jenis sansiviera. Tanaman ini bisa sangat berguna untuk penyelamatan lingkungan. Kenapa? Karena tanaman ini disebut sebagai penyaring polusi dan pungurang radiasi. Sansiviera disebut dapat menyerap asap rokok, 107 unsur berbahaya dan dapat menyerap radiasi barang elektronik. Juga mampu menyerap formaldehid 0.983 mg/jam. Ruaangan seluas 100 m2 perlu sansiviera dewasa dengan 4-5 helai daun.

Tanaman hias yang kadang disebut lidah mertua ini cukup mudah perawatan dan perkembangannya. Selain itu bibitnya tidak mahal dan sangat mudah dijumpai. Tanaman ini juga cocok ditanam di mana saja karena dia dapat hidup dengan sedikit air dan cahaya, dapat tumbuh di daerah 4 musim maupun 2 musim, dan juga cukup tahan terhadap gangguan penyakit. Tanaman dengan daun panjang kaku seperti pedang ini cocok untuk tanaman tepi. Di kota Surabaya saya lihat pemerintah sedang menggalakkan penanaman sansiviera ini, terutama di jalur hijau sepanjang jalan-jalan protokolnya.

Untuk pemeliharaan di rumah tidak ada kesulitan, bila mempunyai halaman luas, sansiviera akan sangat cantik ditanam di pinggiran taman. Tapi bila tidak ada lahan, sansiviera dapat mengisi pot yang bisa ditaruh di luar ataupun dalam rumah. Dengan berbagai jenis dan warnanya, tumbuhan ini dapat mempercantik rumah kita dan tanpa kita sadari dia bekerja mengurangi radiasi yang dapat membahayakan tubuh kita.

Ketertarikan masyarakat terhadap tanaman hias ini dapat dimanfaatkan untuk bersama menghijaukan lingkungan. Mulai dari tingkat terkecil yaitu RT misalnya dengan mencanangkan program 1 rumah minimal 3 tanaman, baik di pot maupun di tanah, saya yakin meskipun daerah perkotaan seperti Jakarta dapat menikmati kampung yang hijau dan indah.

Pemerintah kota juga harus memperhatikan setiap lahan di sepanjang jalan yang dapat ditanami tanaman pohon ataupun tanaman hias. Jangan biarkan tanah di pinggir jalan kosong tanpa tertutupi tumbuhan, dan hanya menjadi lumpur becek saat hujan atau digilas oleh pedagang kaki lima. Bila kita lihat beberapa jalan besar di Jakarta seperti Kebon Sirih, Imam Bonjol, Thamrin sudah tampak hijau dan asri. Tetapi masih banyak ruas-ruas jalan lain yang bisa diolah seperti ini.

Bagi saya yang dari dulu menyukai tanaman, antusiasme masyarakat terhadap tanaman hias ini menjadi fenomena yang sangat menggembirakan. Tanaman hias tidak hanya memiliki nilai estetika, tapi juga nilai ekonomis dan ekologis. Bila kita tidak bisa pergi ke lereng gunung yang gundul dengan membawa bibit pohon berakar keras, setidaknya mari kita mulai dengan menghijaukan rumah kita dengan tanaman cantik yang bekerja mengikat CO2 yang bertebaran dari berbagai sumber pencemar dan merubahnya menjadi O2 yang dapat kita hirup.

Plastik Pembawa Bencana

Plastik merupakan salah satu musuh lingkungan. Plastik merupakan bahan yang tidak dapat diurai oleh bakteri tanah manapun, butuh waktu ribuan tahun untuk satu kantong plastik agar dapat diurai oleh unsur-unsur di tanah. Namun apabila kita menggunakan cara pintas seperti membakarnya. Plastik berbahan dasar minyak bumi baik itu bahan bakunya atau dalam proses pembuatannya. Seperti kita tahu betapa cadangan minyak di perut bumi kita ini sudah sangat-sangat menipis, sedangkan manusia dan ciptaannya mesin bermotor ingin mendapatkan minyak bumi sesuai kebutuhan masing-masing.

Kalau kita perhatikan, mungkin tiada hari kita tanpa memproduksi sampah plastik. Dari mulai bungkus es, plastik hitam bungkus nasi, gelas air mineral, kantong belanja, tempat minuman, dan masih banyak lagi yang bahkan sampai kita gak sadari kalau barang itu bahan dasarnya plastik. Saya sering melihat itu di pusat perbelanjaan. Para kasir sering memisahkan makanan dan pewangi. Namun itu masih dalam batasan normal. Tapi apabila kasir memisahkan suatu barang ke plastik lain padahal plastik itu masih cukup itu sangat mengganggu.

Tapi saya sering melihat sendiri di berita dan pusat perbelanjaan dan tentunya menggunakan mata kepala sendiri. Mereka menggunakan hasil kerajinan daerah Indonesia sebagai kantong belanja. Saya rasa menggunakan kantong belanja dapat mengurangi polusi tanah karena kantong belanja hasil kerajinan biasanya dipakai dari batang tumbuhan yang dapat diurai oleh unsur tanah dan dapat digunakan berulang-ulang.

Sedikit upaya untuk merubah keseharian kita dalam rangka mengurangi bahan pencemar. Di samping itu,kita harus menghargai para pemulung sebagai 'pahlawan sampah'. Di tangan mereka inilah plastik dan bahan yang tidak bisa terurai dapat didaur ulang. Kita bisa bantu upaya mereka dengan memisah sampah organik dan anorganik. Sepertinya program ini pernah dicanangkan pemerintah kita, bahkan sering diberitakan dan diklankan di beberapa media massa. Tapi mungkin sudah dilupakan. Kita mulai dari diri sendiri dan sekarang. Okay........!

Material Kertas

Berbagai macam material kertas telah beredar di seluruh dunia seperti tissue dan kertas. Saya sering melihat beberapa orang sering menggunakan kertas dan tissue berlebihan. Padahal apabila kita sering melakukan hal buruk tersebut berarti kita telah ikut membantu dalam penggundulan hutan. Saya sering melihat kaum hawa maupun kaum adam memakai tissue secara berlebihan baik itu setelah makan atau saat di toilet sebanyak 3-4 tissue untuk makan dan 1 gulung toilet paper dalam 2 hari. Apabila kita menghilangkan kebiasaan ini berarti kita telah membantu dalam mencegah global warming. Penggndulan hutan dan pembakaran sampah dapat dikurangi.

Ada juga contoh pemborosan yang lain. Seperti saat kita sakit flu. Beberpa orang menggunakan tissue sebagai pembersih. Padahal sakit flu itu cukup lama kadang sampai seminggu. Sebaiknya kita memakai saputangan sebagai pembersih daripada tissue yang sekali pakai akan dibuang. Dari tahun ke tahun pelestarian hutan semakin menyedihkan. Diperkirakan 4000-5000 milyar pohon ditebang tiap tahunnya dan 30%-40% kayu tersebut dijadikan material kertas. Memang banyak penebang yang akan menanam kembali area yang telah ditebang. Namun itupun memerlukan waktu yang lama,butuh waktu 20-30 tahun untuk mendapatkan hasil yang bermutu. Jadi,sebaiknya kita mulai menghemat penggunaan kertas seminimal mungkin. Okay......................!